MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
“MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB”
Disusun oleh :
Kelompok 10
1. DONI TRI WIJAYA PUTRA
2. DIMAS ARYA ADIPUTRA
Dosen :
FATCHULLAH ZARKASIH M.Pd
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja juga tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berati melakukan wujudan atas tindakannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau pelajar akan belajar, tanggung jawab seorang guru untuk mahasiswa atau pegawaiwinya, tanggung jawab presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab keluarga ayah dan anak-anak, dan tanggung jawab manusia untuk Tuhan yang telah Menciptakan kita. Selain tanggung jawab, dalam diri manusia juga merupakan pengabdian. Pengabdian dapat diartikan sebagai pilihan hidup seseorang yang ingin mengabdi kepada orang tua, kepada agama dan Tuhan atau kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung pengorbanan dan akan digunakan untuk memperbolehkan yang akan ditukar dan mengubah dari apa yang diabdikannya. Sebagai contoh, jika orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anak berkemungkinan besar nanti anak-anak akan berbakti juga kepada kedua orangtuanya, biarawan / wati yang mengabdi agama dan Tuhannya akan dibalas di amalannya di surga, atau pengabdian untuk membantu negara pada saat perang dan negaranya Biasanya akan diberi penghargaan / tanda jasa dari negara yang dimiliki.
B. RUMUSAN PEMBAHASAN
1. Apakah pengertian dari Manusia itu?
2. Apakah pengertian dari Tanggung Jawab itu?
3. Apakah macam-macam dari Tanggung Jawab?
4. Apakah pengertian dari Pengadian dan Pengorbanan?
C. TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang pertanggungjawaban yang dilakukan oleh manusia dan bentuk-bentuk dari pertanggungjawaban yang dilayani manusia. Selain itu juga untuk mempelajari pertanggungjawaban terhadap manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANUSIA
Manusia adalah makhluk yang paling mulia disisi Allah SWT. Manusia memiliki keunikan yang menyebabkannya berbeda dengan yang lain. Manusia memiliki jiwa yang spiritualah, ghaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena manusia mengandung daya berfikir, akal, nafsu, kalbu, dan sebagainya. Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Bahasa manusia yang berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang artinya berpikir, berakal budi atau mendukung yang mampu memahami pembuatan lain. Manusia bisa diartikan sebagai konsep atau fakta, sebuah pernyataan atau fakta, sebuah kelompok ( genus ) atau seorang individu. Secara biologis, manusia diartikan sebagai spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
B. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah kewajiban wajib segala sesuatunya. Dipertanggungjawabkan sesuai dengan kamus umum bahasa indonesia berkewajiban memenangkan, memikul jawab, memenangkan segala sesuatunya atau memberikan jawab dan memancing akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja atau yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti sebagai wujudan Kesadaran akan mengambilnya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupakan makhluk individu dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk 'aku'. Manusia memiliki tanggungan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan peran dalam konteks sosial, individu atau teologis. Dalam konteks sosial manusia merupakan sosial.Ia tidak dapat hidup dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam Jaminan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak perlu persetujuan konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Seimbang jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dia akan lebih kuat. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai keyakinannya terhadap suatu nilai. Demikian pula tanggung jawab manusia terhadap Tuhannya, manusia sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar. Orang yang bertanggung jawab dalam konteks adalah orang yang bertanggung jawab. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang diminta akan melalui seluruh potensi dirinya. Selain itu, orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain. Tanggung jawab juga terkait dengan persyaratan. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan kepada seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga tidak sesuai dengan hak. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Kewajiban Terbatas Kewajiban ini tanggung jawab tanggung jawab diberlakukan untuk setiap orang. Contohnya, undang-undang larangan membunuh, yang dibatalkan dapat dibatalkan hukumannya.
2. Kewajiban tidak terbatas Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan untuk semua orang. Tanggung jawab atas kenyataan ini, dinilai lebih tinggi, sebab dilakukan oleh suara hati, seperti keadilan dan kebajikan.
Orang yang bertanggung jawab dapat menerima kebahagiaan, karena orang ini dapat menunaikan yang dimintanya. Kebahagiaan ini dapat diterima oleh orang lain. Sebaliknya, jika orang yang tidak bertanggung jawab akan membahas masalah karena ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku. Problema utama yang diterima pada zaman sekarang diselesaikan dengan masalah tanggung jawab berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggungjawaban. Orang yang bertanggung jawab akan mencoba untuk melakukan keadilan. Namun adakalanya orang yang bertanggung jawab tidak menganggap adil karena keruntuhan nilai-nilai yang dipegangnya dan keruntuhan terhadap Tuhan. Orang yang dengan demikian tentu akan mempertanggung jawabkan segala sesuatunya bagi Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa memberikan hukuman atau percobaan kepada manusia agar manusia mau mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya.
C. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia akan memindahkan manusia ke dalam masyarakat atau melewati Lingkungan Alam. Dalam usahanya itu manusia mewujudkan kekuatan lain yang ikut menentukan adalah kekuatan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, dikenal jenis-jenis atau macam-macam dari tanggung jawab.
1. Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri Menurut sifatnya manusia adalah bentuk bermoral. Akan tetapi, manusia sebagai pribadi, dan sebagai pribadi yang dimiliki manusia memiliki pendapat sendiri, perasaan itu sendiri, angan-angan untuk melakukan konsultasi, sudah barang tentu saja menghadapi tindakan dan dihadiri orang lain, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga gagal. Untuk menerima agar maanusia harus memenuhi kehidupannya, dapatkan makna, lalu pilih manusia yang berhak diberi Tanggung Jawab.
2. Tanggung Jawab kepada keluarga Masyarakat kecil adalah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang tua yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada warga. Tanggung Jawab ini menjawab nama baik keluarga. Namun Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab kepada masyarakat Satu tantangan pula, yaitu manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan dibaca manusia oleh masyarakat. Wajarlah yang membantu semua tingkah laku dan tindakannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Secara kodrati dari sejak lahir hingga manusia mati, butuh bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung atau tidak langsung, manusia membutuhkan hasil karya dan orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Dalam kebutuhan inilah manusia membutuhkan dan berkoordinasi dengan orang lain. Kekuatan pada manusia pada hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik atau kemampuan jiwanya saja, namun juaga pada kemampuan manusia yang sesuai dengan manusia lain. Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan budaya yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Yang menyadarkan manusia tingkat kualitas, martabat dan harkat, sebagai manusia yang hidup pada zaman sekarang dan akan datang. Dalam semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia dapat mencapai kesepakatan sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menarik kesadaran tentang apa yang disetujui dan kebahagiaan yang diterima oleh manusia atas bantuan yang diterima atau kerja sama dengan orang lain di dalam masyarakat. Kesadaran demikian membangkitkan kesadaran setiap manusia terpanggil untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam kehidupan terbukti dengan masyarakat.
4. Tanggung Jawab kepada Bangsa / Negara Satu tantangan lagi, yaitu masing-masing manusia, setiap individu adalah warga negara satu negara. Dalam berpikir, bertindak, bertindak, bertingkah laku manusia melakukan norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat melakukan semau sendiri. Bila melakukan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
5. Tanggung Jawab kepada Tuhan Manusia bukan miliknya sendiri, melainkan merupakan ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya sendiri yaitu perasaan, perasaan, seluruh anggota memegang, dan alam sekitarnya. Manusia mengembangkan manusia bertingkah laku dan mengerjakan. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yangdisengaja juga tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala yang melakukan saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Jika tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak. Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Namun, jika manusia tidak bekerja dengan baik, maka segala yang terjadi harus dipikul sendiri. Ketika manusia melakukan tindakan yang salah dengan segala jalan yang sesuai dengan kemampuan dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (kendali), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
D. PENGERTIAN PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Wujud dari tanggung jawab juga terdiri dari pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu tindakan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
A. Pengabdian Pengabdian adalah perbuatan baik yang terdiri dari pikiran, pendapat atau tenaga sebaga perwujudan, kesetiaan di antara yang lain untuk raja, cinta, terima kasih, hormat, atau hubungan yang dilakukan dengan ikhlas. Timbulnya pengabdian itu pada hakikatnya ada rasa tanggung jawab. Jika kita bekerja keras dari pagi hingga sore dibeberapa tempat untuk memenuhu kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi untuk keluarga, karena terima kasih kita pada keluarga. Selain itu, jika Anda membutuhkan teman, karena ada kessulitan, mungkin sampai berhari-hari ikut diselesaikan sampai selesai, itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja. Macam-macam pengabdian:
a. Pengabdian kepada keluarga Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga berdasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada terima kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak perlu pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian untuk keluarga ini dapat terdiri dari pengabdian untuk istri dan anak-anak, istri untuk suami dan anak-anak, anak-anak untuk orang tuanya.
b. Pengabdian kepada masyarakat Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena setiap orang lain saling membutuhkan. Jika seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memesarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri sendiri, maka ia harus menghadapi kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan pindah ke masyarakat lingkungannya. Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota masyarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama dibawa pula. Jika remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi, menyukai orang, atau merampas hak orang lain, maka ia juga akan merasa malu.
c. Pengabdian kepada Negara Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau anggota suatu negara. Karena itu seseorang wajib menyukai Bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian.
d. Pengabdian kepada Tuhan Manusia tidak ada sendirinya, tetapi merupakan ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya bagi Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya atas Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu, manusia juga harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
B. Pengorbanan Pengorbanan berarti dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti mendukung untuk membuktikan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang mengandung kebaktian itu mengandung tidak keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Pengorbanan dalam arti sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat diterima jika kita membaca tau mendengarkan ceramah di masjid. Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan yang baik, haruskan mestinya wajib berkorban untuk orang yang mampu atau orang yang memiliki harta yang lebih. Wajib korban ini telah dikisah pada jaman Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT untuk membebaskan putra tunggalnya yang bernama Ismail. Meskipun Nabi Ibrahim sangat sayang pada putranya tersebut, akan tetapi meminta Allah SWT untuk meminta putranya tetap dipatuhi dan dilaksanakan. Allah SWT mengembalikan kesetiaan dan memperbesar pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sampai hati melihat pisaunya menancap dan memotongkan keleher putranya yaitu Ismail, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintah Allah SWT. Kemudian terbukti, itu putranya yang mau dikorbankan untuk Allah SWT yang sudah berganti biri-biri. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih tinggi kadarnya dari pengorbanan Nabi Ibrahim sekarang yang ditiru oleh umat Islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci dan juga umat Islam di wilayah lain dengan bantuan ternak dan bantuan untuk fakir miskin pada hari raya Idul Qurban atau pada hari raya Idul Adha. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena ada pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan hasil dari pengabdian. Pengorbanan bisa berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan bisa juga berupa jiwanya. Pengorbanan diberikan tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan dan dilakukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada suatu tindakan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pengalihan sesuatu seperti pemikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, akan tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu kebenaran. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang meminta pertanggungan atas segala hal yang dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang diminta akan selalu mendapatkan yang diminta melalui seluruh potensi yang dimiliki. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk orang lain atau orang lain. Orang yang bertanggung jawab dapat menerima kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kepentingannya dengan baik. Kebahagiaan dapat diterima oleh orang lain / banyak. Pertanyaan orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak bertanggung jawab atas pertanyaan yang baik dan norma yang dibahas. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga terdiri dari pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu tindakan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA:
Ali, M. Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam . PT RajaGrafindo Persada: Jakarta.
Hartono, Drs., Dkk., ILMU BUDAYA DASAR: Untuk Pegangan Mahasiswa, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1991.
Suyadi MP Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar , Depdikbud UT 1984-1985.
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar . Jakarta: Universitas Gunadarma
Disusun oleh :
Kelompok 10
1. DONI TRI WIJAYA PUTRA
2. DIMAS ARYA ADIPUTRA
Dosen :
FATCHULLAH ZARKASIH M.Pd
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja juga tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berati melakukan wujudan atas tindakannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau pelajar akan belajar, tanggung jawab seorang guru untuk mahasiswa atau pegawaiwinya, tanggung jawab presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab keluarga ayah dan anak-anak, dan tanggung jawab manusia untuk Tuhan yang telah Menciptakan kita. Selain tanggung jawab, dalam diri manusia juga merupakan pengabdian. Pengabdian dapat diartikan sebagai pilihan hidup seseorang yang ingin mengabdi kepada orang tua, kepada agama dan Tuhan atau kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung pengorbanan dan akan digunakan untuk memperbolehkan yang akan ditukar dan mengubah dari apa yang diabdikannya. Sebagai contoh, jika orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anak berkemungkinan besar nanti anak-anak akan berbakti juga kepada kedua orangtuanya, biarawan / wati yang mengabdi agama dan Tuhannya akan dibalas di amalannya di surga, atau pengabdian untuk membantu negara pada saat perang dan negaranya Biasanya akan diberi penghargaan / tanda jasa dari negara yang dimiliki.
B. RUMUSAN PEMBAHASAN
1. Apakah pengertian dari Manusia itu?
2. Apakah pengertian dari Tanggung Jawab itu?
3. Apakah macam-macam dari Tanggung Jawab?
4. Apakah pengertian dari Pengadian dan Pengorbanan?
C. TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang pertanggungjawaban yang dilakukan oleh manusia dan bentuk-bentuk dari pertanggungjawaban yang dilayani manusia. Selain itu juga untuk mempelajari pertanggungjawaban terhadap manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANUSIA
Manusia adalah makhluk yang paling mulia disisi Allah SWT. Manusia memiliki keunikan yang menyebabkannya berbeda dengan yang lain. Manusia memiliki jiwa yang spiritualah, ghaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena manusia mengandung daya berfikir, akal, nafsu, kalbu, dan sebagainya. Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Bahasa manusia yang berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang artinya berpikir, berakal budi atau mendukung yang mampu memahami pembuatan lain. Manusia bisa diartikan sebagai konsep atau fakta, sebuah pernyataan atau fakta, sebuah kelompok ( genus ) atau seorang individu. Secara biologis, manusia diartikan sebagai spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
B. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah kewajiban wajib segala sesuatunya. Dipertanggungjawabkan sesuai dengan kamus umum bahasa indonesia berkewajiban memenangkan, memikul jawab, memenangkan segala sesuatunya atau memberikan jawab dan memancing akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja atau yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti sebagai wujudan Kesadaran akan mengambilnya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupakan makhluk individu dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk 'aku'. Manusia memiliki tanggungan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan peran dalam konteks sosial, individu atau teologis. Dalam konteks sosial manusia merupakan sosial.Ia tidak dapat hidup dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam Jaminan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak perlu persetujuan konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Seimbang jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dia akan lebih kuat. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai keyakinannya terhadap suatu nilai. Demikian pula tanggung jawab manusia terhadap Tuhannya, manusia sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar. Orang yang bertanggung jawab dalam konteks adalah orang yang bertanggung jawab. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang diminta akan melalui seluruh potensi dirinya. Selain itu, orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain. Tanggung jawab juga terkait dengan persyaratan. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan kepada seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga tidak sesuai dengan hak. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Kewajiban Terbatas Kewajiban ini tanggung jawab tanggung jawab diberlakukan untuk setiap orang. Contohnya, undang-undang larangan membunuh, yang dibatalkan dapat dibatalkan hukumannya.
2. Kewajiban tidak terbatas Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan untuk semua orang. Tanggung jawab atas kenyataan ini, dinilai lebih tinggi, sebab dilakukan oleh suara hati, seperti keadilan dan kebajikan.
Orang yang bertanggung jawab dapat menerima kebahagiaan, karena orang ini dapat menunaikan yang dimintanya. Kebahagiaan ini dapat diterima oleh orang lain. Sebaliknya, jika orang yang tidak bertanggung jawab akan membahas masalah karena ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku. Problema utama yang diterima pada zaman sekarang diselesaikan dengan masalah tanggung jawab berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggungjawaban. Orang yang bertanggung jawab akan mencoba untuk melakukan keadilan. Namun adakalanya orang yang bertanggung jawab tidak menganggap adil karena keruntuhan nilai-nilai yang dipegangnya dan keruntuhan terhadap Tuhan. Orang yang dengan demikian tentu akan mempertanggung jawabkan segala sesuatunya bagi Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa memberikan hukuman atau percobaan kepada manusia agar manusia mau mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya.
C. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia akan memindahkan manusia ke dalam masyarakat atau melewati Lingkungan Alam. Dalam usahanya itu manusia mewujudkan kekuatan lain yang ikut menentukan adalah kekuatan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, dikenal jenis-jenis atau macam-macam dari tanggung jawab.
1. Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri Menurut sifatnya manusia adalah bentuk bermoral. Akan tetapi, manusia sebagai pribadi, dan sebagai pribadi yang dimiliki manusia memiliki pendapat sendiri, perasaan itu sendiri, angan-angan untuk melakukan konsultasi, sudah barang tentu saja menghadapi tindakan dan dihadiri orang lain, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga gagal. Untuk menerima agar maanusia harus memenuhi kehidupannya, dapatkan makna, lalu pilih manusia yang berhak diberi Tanggung Jawab.
2. Tanggung Jawab kepada keluarga Masyarakat kecil adalah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang tua yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada warga. Tanggung Jawab ini menjawab nama baik keluarga. Namun Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab kepada masyarakat Satu tantangan pula, yaitu manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan dibaca manusia oleh masyarakat. Wajarlah yang membantu semua tingkah laku dan tindakannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Secara kodrati dari sejak lahir hingga manusia mati, butuh bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung atau tidak langsung, manusia membutuhkan hasil karya dan orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Dalam kebutuhan inilah manusia membutuhkan dan berkoordinasi dengan orang lain. Kekuatan pada manusia pada hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik atau kemampuan jiwanya saja, namun juaga pada kemampuan manusia yang sesuai dengan manusia lain. Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan budaya yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Yang menyadarkan manusia tingkat kualitas, martabat dan harkat, sebagai manusia yang hidup pada zaman sekarang dan akan datang. Dalam semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia dapat mencapai kesepakatan sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menarik kesadaran tentang apa yang disetujui dan kebahagiaan yang diterima oleh manusia atas bantuan yang diterima atau kerja sama dengan orang lain di dalam masyarakat. Kesadaran demikian membangkitkan kesadaran setiap manusia terpanggil untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam kehidupan terbukti dengan masyarakat.
4. Tanggung Jawab kepada Bangsa / Negara Satu tantangan lagi, yaitu masing-masing manusia, setiap individu adalah warga negara satu negara. Dalam berpikir, bertindak, bertindak, bertingkah laku manusia melakukan norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat melakukan semau sendiri. Bila melakukan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
5. Tanggung Jawab kepada Tuhan Manusia bukan miliknya sendiri, melainkan merupakan ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya sendiri yaitu perasaan, perasaan, seluruh anggota memegang, dan alam sekitarnya. Manusia mengembangkan manusia bertingkah laku dan mengerjakan. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yangdisengaja juga tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala yang melakukan saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Jika tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak. Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Namun, jika manusia tidak bekerja dengan baik, maka segala yang terjadi harus dipikul sendiri. Ketika manusia melakukan tindakan yang salah dengan segala jalan yang sesuai dengan kemampuan dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (kendali), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
D. PENGERTIAN PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Wujud dari tanggung jawab juga terdiri dari pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu tindakan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
A. Pengabdian Pengabdian adalah perbuatan baik yang terdiri dari pikiran, pendapat atau tenaga sebaga perwujudan, kesetiaan di antara yang lain untuk raja, cinta, terima kasih, hormat, atau hubungan yang dilakukan dengan ikhlas. Timbulnya pengabdian itu pada hakikatnya ada rasa tanggung jawab. Jika kita bekerja keras dari pagi hingga sore dibeberapa tempat untuk memenuhu kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi untuk keluarga, karena terima kasih kita pada keluarga. Selain itu, jika Anda membutuhkan teman, karena ada kessulitan, mungkin sampai berhari-hari ikut diselesaikan sampai selesai, itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja. Macam-macam pengabdian:
a. Pengabdian kepada keluarga Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga berdasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada terima kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak perlu pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian untuk keluarga ini dapat terdiri dari pengabdian untuk istri dan anak-anak, istri untuk suami dan anak-anak, anak-anak untuk orang tuanya.
b. Pengabdian kepada masyarakat Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena setiap orang lain saling membutuhkan. Jika seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memesarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri sendiri, maka ia harus menghadapi kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan pindah ke masyarakat lingkungannya. Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota masyarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama dibawa pula. Jika remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi, menyukai orang, atau merampas hak orang lain, maka ia juga akan merasa malu.
c. Pengabdian kepada Negara Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau anggota suatu negara. Karena itu seseorang wajib menyukai Bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian.
d. Pengabdian kepada Tuhan Manusia tidak ada sendirinya, tetapi merupakan ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya bagi Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya atas Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu, manusia juga harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
B. Pengorbanan Pengorbanan berarti dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti mendukung untuk membuktikan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang mengandung kebaktian itu mengandung tidak keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Pengorbanan dalam arti sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat diterima jika kita membaca tau mendengarkan ceramah di masjid. Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan yang baik, haruskan mestinya wajib berkorban untuk orang yang mampu atau orang yang memiliki harta yang lebih. Wajib korban ini telah dikisah pada jaman Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT untuk membebaskan putra tunggalnya yang bernama Ismail. Meskipun Nabi Ibrahim sangat sayang pada putranya tersebut, akan tetapi meminta Allah SWT untuk meminta putranya tetap dipatuhi dan dilaksanakan. Allah SWT mengembalikan kesetiaan dan memperbesar pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sampai hati melihat pisaunya menancap dan memotongkan keleher putranya yaitu Ismail, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintah Allah SWT. Kemudian terbukti, itu putranya yang mau dikorbankan untuk Allah SWT yang sudah berganti biri-biri. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih tinggi kadarnya dari pengorbanan Nabi Ibrahim sekarang yang ditiru oleh umat Islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci dan juga umat Islam di wilayah lain dengan bantuan ternak dan bantuan untuk fakir miskin pada hari raya Idul Qurban atau pada hari raya Idul Adha. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena ada pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan hasil dari pengabdian. Pengorbanan bisa berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan bisa juga berupa jiwanya. Pengorbanan diberikan tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan dan dilakukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada suatu tindakan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pengalihan sesuatu seperti pemikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, akan tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu kebenaran. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang meminta pertanggungan atas segala hal yang dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang diminta akan selalu mendapatkan yang diminta melalui seluruh potensi yang dimiliki. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk orang lain atau orang lain. Orang yang bertanggung jawab dapat menerima kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kepentingannya dengan baik. Kebahagiaan dapat diterima oleh orang lain / banyak. Pertanyaan orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak bertanggung jawab atas pertanyaan yang baik dan norma yang dibahas. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga terdiri dari pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu tindakan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA:
Ali, M. Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam . PT RajaGrafindo Persada: Jakarta.
Hartono, Drs., Dkk., ILMU BUDAYA DASAR: Untuk Pegangan Mahasiswa, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1991.
Suyadi MP Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar , Depdikbud UT 1984-1985.
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar . Jakarta: Universitas Gunadarma
Comments
Post a Comment